Selasa, 19 Maret 2013

Latar belakang pendidikan kewarganegaraan,Kompetensi yang diharapkan,pengertian negara dan bangsa , hak dan kewajiban warganegara

-Latar belakang pendidikan kewarganegaraan dan kompetensi yang diharapkan

negara kita negara indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah, disisi lain negara kita punya latarbelakang sebagai negara yang pernah diajajah oleh negara negara maju seperti jepang dan belanda.
kita tahu, belanda datang ke indonesia menjajah negara kita dengan mengambil sumber daya alam kita yang melimpah, tak heran bila kita jumpai bangunan bangunan tua peninggalan belanda yang masih ada dan utuh didaerah yg pernah dijajah belanda.
dan sebab itu juga setelah kita merdeka. negara kita punya latarbelakang yang buruk akan korupsi yang melilit negara termaksuk rakyatnya..
banyak rakyat kelaparan akan ulah dari pihak pihak tak bertanggung jawab.
seandainya kita berfikir, mau dibawa kemana negara kita ini.
tak ada baiknya kita dicap sebagai negara korupsi dengan menderitakan rakyat, tentunya ini harus pemerintah rubah agar kelak taak ada latarbelakang korupsi dinegara ini.

diharapkan dengan membaca sebagian postingan saya ini, saya sangat berharap para pembaca termaksuk saya sendiri agar lebih peduli dan kompeten terhadap bangsa,rakyat,negara. tentunya dengan cara yang sederhana, khususnya mahasiswa dengan belajar giat, kelak negara akan kita yang pimpin saat generasi kita.

berikut dibawah ini saya lampirkan potret kemiskinan dinegara kita ini

 


IRONIS BUKAN ??? :

sumber             : pemikiran sendiri
sumber gambar : google


-Pengertian negara dan bangsa

Pengertian Bangsa: Kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa & wilayah tertentu di muka bumi.
Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan, semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga para pakar di bidang Politik, Sosiologi, dan Antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut

Negara adalah suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan atau unsure unsure, yaitu harus ada pemerintahan yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu bangsa.stilah negera dipakai dalam arti “Penguasa”, yakni untuk menyatakan orang atau orang orang yang melakukan kekuasaan tertinggi Atas persekutuan rakyat yang bertempat tinggal dalam suatu daerah.
Istilah Negara dalam arti “Persekutuan Rakyat” yakni menyatakan sesuatu bangsa yang hidup dalam suatu daerah dibawah kekuasaan tertinggi, menurut Kaidah Kaidah hokum yang sama.
Negera mengandung arti “Suatu Wilayah Tertentu” dalam hal ini istilah Negara dipakai untuk menyatakan suatu daerah yang didalamnya berdiam suatu bangsa dibawah kekuasaan tertinggi.
Negera Berarti “Kas Negara atau FIS CUSS” yakni untuk menyatakan harta yang dipegang oleh penguasa guna kepentingan umum.

 

sumber referensi  : http://nhat-nhatz.blogspot.com/2012/03/pengertian-bangsa-dan-negara.html


- Hak dan kewajiban warganegara

setiap warganegara tentunya mempunyai hak dan kewajiban.
berikut pengertian dari hak dan kewajiban dibawah ini :

  Pengertian Hak
                Hak adalah Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya: hak mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari guru dan sebagainya. Adapun Prof. Dr. Notonagoro mendefinisikannya sebagai berikut: “Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
2.      Pengertian Kewajiban
 Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan (Prof. Dr. Notonagoro). Sedangkan Kewajiban adalah Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Contohnya : melaksanakan tata tertib di sekolah, membayar SPP atau melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan sebaik-baiknya dan sebagainya.
 
sumber referensi  :
http://rizkyaditya1302.blogspot.com/2012/06/tugas-softskill-hak-dan-kewajiban-warga.html


PEMAHAMAN TENTANG HAK ASASI MANUSIA

Pengertian HAM dan ciri pokok HAM


Pengertian HAM pada umumnya adalah hak dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir sebagai anugerah dari tuhan YME. Setiap orang memiliki hak dalam menjalankan kehidupan dan apa yang dikendakinya selama tidak melanggar norma juga tata nilai di masyarakat. Hak asasi ini wajib untuk dihormati, dijunjung tinggi serta dilindungi oleh negara, hukum dan pemerintah juga setiap orang sebagai harkat dan martabat manusia yang sama antara satu orang dengan lainnya yang benar-benar wajib untuk dilindungi.

Karena hak asasi adalah murni pemberian tuhan sejak lahir sebagai manusia yang patut dihormati dan dilindungi, maka hak ini tidak bisa dengan mudah dicabut bahkan diabaikan oleh kekuasaan maupun sebab lainnya. Jika pencabutan ini terjadi berarti manusia tersebut telah kehilangan martabat dan nilai yang sebenarnya pada dirinya yang menjadi inti nilai kemanusiaan yakni hak asasi.

Banyak orang yang memerjuangkan hak asasi pribadinya dan mengabaikan hak asasi orang lain dan hal yang demikian inilah yang membuat terjadinya pelanggaran akan HAM. Hak asasi tidak bisa dengan mudah dilaksanakan dengan mutlak apalagi harus mengorbankan hak asasi orang lain. Dari pengertian HAM bisa dikatakan hak http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7646251808147429969#editor/target=post;postID=6985879973873034570asasi pribadi selalu berbatasan dengan hak asasi orang lain, untuk itu perlu adanya pemahaman akan kehidupan yang lebih baik dan rasa peduli yang tinggi untuk sama-sama mempertahankan hak pribadi tanpa harus mengabaikan hak asasi orang lain di sekitarnya. Hak pribadi yang perlu dipertahankan bisa berupa hak hidup, hak kemerdekaan, hak kebebasan, hak memperoleh sesuatu dan hak untuk salaing menghormati, dihargai serta dilindungi.




pengertian ham


Ciri-Ciri Hak Asasi Manusia

a. HAM merupakan sesuatu yang otomatis telah ada pada diri manusia tanpa harus membeli, meminta ataupun hasil variasi dari orang lain karena HAM mutlak ada pada diri manusia sejaka lahir sebagai anugerah dari tuhan YME.

b. HAM berlaku untuk siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, ras, suku, agama, status sosial, assl-usul/daerah kelahiran, warna kulit, etni, pandangan politik ataupun budaya yang dianutnya.

c. Hak asasi tidak bisa dan tidak boleh dilanggar. Karena HAM mutlak dimiliki oleh setiap orang sebagai anugerah dari tuhan YME maka tidak boleh satu orangpun mengabaikan hak asasi orang lain apalagi untuk mempertahanan haknya sendiri. Meskipun negara telah membuat hukum dan tatanan nilai serta norma yang telah disepakati, manusia yang ada di dalamnya masih memiki kesempatan untuk mempertahanka haknya selama tidak melanggar jauh dari hukum dan norma yang telah ditetapkan tersebut.

sumber : http://pitikkedu.blogspot.com/2012/12/pengertian-ham.html


DEMOKRASI, SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA, DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA

- Pemaham tentang demokrasi

1. Konsep Demokrasi
Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan untuk rakyat (demos). Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisikan sebagai warga negara. Demos menyiratkan makna diskriminatif atau bukan rakyat keseluruhan, tetapi hanya populus tertentu, yaitu mereka yang berdasarkan tradisi atau kesepakatan formal mengontrol akses ke sumber–sumber kekuasaan dan bisa mengklaim kepemilikan atas hak–hak prerogratif dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan urusan publik atau pemerintahan.
2. Bentuk Demokrasi Dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara
 
Ada dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan negara, antara lain :
      1. Pemerintahan Monarki (monarki mutlak, monarki konstitusional, dan monarki parlementer)
      2. Pemerintahan Republik : berasal dari bahasa latin, RES yang artinya pemerintahan dan PUBLICA yang berarti rakyat. Dengan demikian dapat diartikan sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak.
Menurut John Locke kekuasaan pemerintahan negara dipisahkan menjadi tiga yaitu :
a. Kekuasaan Legislatif (kekuasaan untuk membuat undang–undang yang dijalankan oleh parlemen)
b. Kekuasaan Eksekutif (kekuasaan untuk menjalankan undang-undang yang dijalankan oleh pemerintahan)
      1. Kekuasaan Federatif (kekuasaan untuk menyatakan perang dan damai dan tindakan-tindakan lainnya dengan luar negeri).
Sedangkan kekuasaan Yudikatif (mengadili) merupakan bagian dari kekuasaan eksekutif.
Kemudian Montesque (teori Trias Politica) menyatakan bahwa kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga orang atau badan yang berbeda-beda dan terpisah satu sama lainnya (berdiri sendiri/independent) yaitu :
a. Badan Legislatif (kekuasaan membuat undang–undang)
b. Badan Eksekutif (kekuasaan menjalankan undang–undang)
c. Badan Yudikatif (kekuasaan untuk mengadili jalannya pelaksanaan undang-undang)

3. Klasifikasi sistem pemerintahan
- Dalam sistem kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian, yaitu sistem multi partai (poliparty system), sistem dua partai (biparty system), dan sistem satu partai (monoparty system).
- Sistem pengisian jabatan pemegang kekuasaan negara.
- Hubungan antar pemegang kekuasaan negara, terutama antara eksekutif dan legislatif.
Mengenai model sistem pemerintahan negara, ada empat macam, yaitu :
- Sistem pemerintahan diktator (borjuis dan proletar)
- Sistem pemerintahan parlementer
- Sistem pemrintahan presidential
- Sistem pemerintahan campuran
 
 
 
sumber referensi :
 http://rahmatsuharjana.blogspot.com/2013/02/pemahaman-tentang-demokrasi.html

-sistem pemerintahan negara dan perkembangan pendidikan
  Pengertian Sistem Pemerintahan

Istilah sistem pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah, dan yang berasal dari kata perintah. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata-kata itu berarti:

a.  Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau
b.  Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, atau, Negara.
c.  Pemerintahan adalah perbuatan,cara,hal,urusan dalam memerintah.

Maka dalam arti yang luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative, eksekutif, dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Dalam arti yang sempit, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan.
Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan.
 
 Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara
     a. situasi NKRI terbagi dalam periode-periode 
1. Periode lama atau orde lama: tahun 1945 sejak NKRI diproklamasikan sampai dengan tahun 1945. Periode ini dimulai sejak dipimpin oleh presiden Ir. Soerkano dan dan wakil presiden Mohammad Hatta.

2. Periode baru atau orde baru : tahun 1965 sampai dengan tahun 1998. Pada periode ini dipimpin oleh presiden Ir. Soeharto dan wakil presiden Ir. B.J. Habibie, pada orde inilah terjadinya perkembangan negara Pancasila dengan pesat.

3. Periode reformasi : tahun 1998 sampai dengan sekarang. Periode ini dimulai sejak berakhirnya masa jabatan Soeharto dan pada masa inilah orde reformasi dimulai, yang dipimpin oleh presiden Megawati Soekarno Putri hingga sekarang.
 
 
 sumber :
http://silvianadita1.blogspot.com/2011/05/demokrasi-sistem-pemerintahan-negara.html


Jumat, 30 November 2012

cinta untuk kedamaian

 cinta , satu kata singkat namun bermakna dan memiliki sejuta arti bagi kita yang menikmati cinta itu sendiri ,
cinta itu sederhana, cinta itu tulus tidak memaksa satu sama lain. cinta datang keperasaan seseorang yang sedang ,merasakan jatuh cinta. merasakan jatuh cinta itu nikmat . cinta adalah tantangan,  dimana seseorang akan berusaha mendapatkan cinta dari seseorang yang dia suka dengan berbagai usaha dan perjuangan walaupun dia tau banyak tantangan diluar sana yang menanti.
dimana dunia menanti akan lahirnya kedamaian ditengah perperangan yang terjadi di abad ini. hanya satu yang mendamaikan peperangan yakni "cinta" . lagi lagi kata cinta terucap dalam hal peperangan dalam proses perdamaian. singkat namun nyata hukum cinta kasih harusnya diterapkan dalam duniawi ini, seberapa besar keributan yang ada bila kita menanggapi dengan cinta dan kasih tentu kan hasilkan kedamaian .

Selasa, 13 November 2012

Manusia dan pandangan hidup

 (A) Pandangan hidup dan ideologi

Pengertian Pandangan Hidup
         Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati, sehingga pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.

Macam-Macam Sumber Pandangan Hidup
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Pandangan Hidup Muslim
            Pandangan hidup Islam dicanangkan oleh Nabi di Makkah melalui penyampaian wahyu Allah dengan cara-cara yang khas. Setiap kali Nabi menerima wahyu yang berupa ayat-ayat al-Qur’an, beliau menjelaskan dan menyebarkannya kemasyarakat. Cara-cara seperti ini tidak sama dengan cara-cara yang ada pada scientific worldview,dan oleh sebab itu Prof.Alparslan menamakan worldview Islam sebaai ‘quasi-scientific worldview’. Penjelasan lebih detail tentang pandangan hidup Islam akan dilakukan kemudian.
            Proses pembentukan pandangan hidup melalui penyebaran ilmu pengetahuan diatas akan lebih jelas lagi jika kita lihat dari proses pembentukan elemen-elemen pokok yang merupakan bagian dari struktur pandangan hidup itu serta fungsi didalamnya. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa pandangan hidup dibentuk oleh jaringan berfikir (mental network) yang berupa keseluruhan yang saling berhubugan (architectonic whole).
            Namun, ia tidak merepresentasikan suatu totalitas konsep dalam pikiran kita. Ketika akal seseorang menerima pengetahuan terjadi proses seleksi yang alami, dimana pengetahuan tertentu diterima dan pengetahuan yang lain ditolak. Pengetahuan yang diterima oleh akal kita akan menjadi bagian dari struktur worldview yang dimilikinya.
            Meskipun pengetahuan yang diterima oleh akal manusia itu bersifat acak, namun ia akan terstruktur dengan sendirinya dalam pikiran manusia. Dari konsep-konsep yang ada dalam diri manusia maka kita dapat menyusun kedalam beberapa struktur konsep. Professor Alparslan mengkategorikan struktur pandangan hidup menjadi lima:

1) Struktur tentang kehidupan,
2) Struktur tentang dunia,
3) Struktur tentang manusia,
4) Struktur tentang nilai dan
5) strutktur tentang pengetahuan.
            Proses terbentuknya struktur konsep dalam worldview ini bermula dari struktur tentang kehidupan, yang didalamnya termasuk cara-cara manusia menjalani kegiatan kehidupan sehari-hari, sikap-sikap individual dan sosialnya, dan sebagainya. Struktur tentang dunia adalah konsepsi tentang dunia dimana manusia hidup. Struktur tentang ilmu pengetahuan adalah merupakan pengembangan dari struktur dunia (dalam transparent worldview).
            Gabungan dari struktur kehidupan, dunia dan pengetahuan ini melahirkan struktur nilai, dimana konsep-konsep tentang moralitas berkembang. Setelah keempat struktur itu terbentuk dalam pandangan hidup seseorang secara transparent, maka struktur tentang manusia akan terbentuk secara otomatis.
             Meskipun proses akumulasi kelima struktur diatas dalam pikiran seseorang tidak selalu berurutan seperti yang disebut diatas, tapi yang penting kelima struktur itu pada akhirnya menjadi suatu kesatuan konsepsi dan berfungsi tidak saja sebagai kerangka umum (general scheme) dalam memahami segala sesuatu termasuk diri kita sendiri, tapi juga mendominasi cara berfikir kita. Disini dalam konteks lahirnya ilmu pengetahuan di masyarakat, struktur ilmu pengetahuan merupakan asas utama dalam memahami segala sesuatu. Ini berarti bahwa teori atau konsep apapun yang dihasilkan oleh seseorang dengan pandangan hidup tertentu akan merupakan refleksi dari struktur-struktur diatas.
            Teori ini berlaku secara umum pada semua kebudayaan dan dapat menjadi landasan yang valid dalam menggambarkan timbul dan berkembanganya pandangan hidup manapun, termasuk pandangan hidup Islam. Berarti, kegiatan keilmuan apapun baik dalam kebudayaan Barat, Timur maupun peradaban Islam dapat ditelusur dari pandangan hidup masing-masing.
Pengertian Ideologi
              IDEOLOGI berasal dari kata idea ( inggris ) yg berarti gagasan, dan oida berasal dari (yunani) yg berarti mengetahui,melihat dengan budi.serta kata logi yg berasal dari yunani (LOGOS) yg artinya pengetahuan.
            Jadi Ideologi merupakan Pengetahuan tentang gagasan gagasan tentang ide-ide ,sciense of ideas atau juga ajaran tentang pengertian pengertian dasar.
 sumber : http://diannakula-mcknight.blogspot.com/2012/04/pandangan-hidup-dan-ideologi.html


































(B) Cita cita

1 Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup. tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
 
2  Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
- Manusia itu sendiri,
- Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut,
- Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.

3 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita – citanya antara lain :
- Faktor yang menguntungkan, dan
- Faktor yang menghambat.
 
sumber http://laras-dewantari.blogspot.com/2012/04/pengertian-cita-cita.html 
(C) kebajikan
 
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
a)      Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati.
b)      Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat
 
 
(D) Usaha
 
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusioa harus bekerja keras untuk mewujudkan harapannya, tanpa usaha/perjuangan maka memperkecil kemungkinan tercapainya keinginan. Sebagaimana firman allah yang makna/kandungannya kurang lebih demikian,”sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Meskipun semua Allah-lah yang menentukan tapi usaha dari setiap orang juga akan menetukan.

Kerja keras pada dasarnya menghargai dan mengangkat harkat dan martabat manusia. Sebaliknya kemalasan hanya akan membuat manusia miskain, melarat, dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri.

 
(E) Keyakinan
 
 Keyakinan atau sebagian orang menyebutnya iman adalah sesuatu yang sakral bagi beberapa orang. Keyakinan dapat menembus tembok perbedaan yang ada dan dapat pula membuat tebal tembok perbedaan tsb. Bila orang-orang dari negara, suku, ras, gender, keluarga, kedudukan yang berbeda namun memiliki iman atau keyakinan yang sama maka perbedaan itu semua dapat melemah bahkan hancur. Namun sebaliknya bila orang-orang dari negara, suku, ras, gender, kedudukan, bahkan keluarga yang sama namun berbeda dalam iman atau keyakinan maka tembok perbedaan yang ada dapat terasa jelas bahkan menebal hingga sulit di tembus. Bahkan sepasang kekasih yang saling mencintaipun harus melewati ‘rintangan keyakinan’ ini untuk melanjutkan hubungan mereka kearah pengikatan status sebagai suami-istri yang sah bila keyakinan mereka dari awal saling berbeda. Pada artikel ini penulis mencoba mengupas tentang keyakinan dalam sudut pandang penulis yang bercampur dengan pengalaman penulis belajar dhamma. Keyakinan adalah topik yang sangat penting untuk dibahas karena hampir setiap orang memiliki keyakinan, keyakinan yang dibahas disini tentulah keyakinan yang berhubungan dengan salvation atau keselamatan atau mungkin beberapa orang memakai istilah religi. Ada tiga hal yang dibahas tentang keyakinan dalam artikel ini, yaitu : perbedaan percaya dan yakin, aspek-aspek keyakinan, dan analogi keyakinan dengan kapal laut.

Percaya dan Yakin

Percaya dan Yakin harus kita bedakan, penulis belum bisa memberikan definisi yang jelas, hanya ciri-cirinya saja. Yaitu bila sesuatu sesuai dengan logika kita, maka kita dapat mempercayainya. Sedang bila kita telah mengalami sesuatu melalui ke-enam indera kita maka kita dapat meyakininya. Contoh yang ekstrim adalah bila seseorang yang tinggal dipesisir pantai berkata bahwa ia tidak bisa berenang, biasanya kita cenderung tidak percaya karena tidak sesuai dengan logika kita. Namun bila orang tersebut kita ajak kekolam renang dan kita ceburkan kekolam renang lalu alhasil yang bersangkutan tewas karena tenggelam, maka kita menjadi yakin bahwa memang dia tidak bisa berenang.
Sampai sini kita patut bertanya pada diri kita sendiri apakah selama ini guru-guru agama yang suka mengkhotbahkan agama benar-benar memiliki keyakinan pada ‘Salvation’nya atau tujuan akhirnya? Apakah selama ini kita telah yakin terhadap tujuan akhir kita? bila memang keyakinan harus dialami maka disebut apakah yang selama ini kita anggap ‘yakin’? Pertanyaan-pertanyaan yang lumrah ini akan terjawab bila kita mengerti tentang aspek-aspek keyakinan.
Tiga aspek Keyakinan
Terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam keyakinan yaitu aspek pengertian, aspek keinginan(untuk praktek), dan aspek perasaan. Aspek pengertian berarti kita terlebih dahulu perlu mengerti apa yang kita yakini, lalu setelah mengerti kita perlu mempraktekkannya dan setelah praktek kita perlu meninjau perasaan kita. bahagia atau tidak. Tentunya seharusnya yang terjadi adalah kebahagiaan yang kita dapat bila tidak kita perlu meninjau kembali kedua aspek yang terdahulu apakah sudah benar.
Lebih lanjut tentang pengertian kita perlu mengerti ada tiga tahap pengertian yaitu mengerti karena mendengar atau membaca(tahap ini layak disebut ‘sekedar tahu’) disebut suta maya panna(baca: panya), mengerti karena dipikir secara logika disebut cinta maya panna, dan pengertian karena pengalaman/penembusan disebut bhavana maya panna. Pertama kali kita tahu tentang nibbana dari mendengar atau membaca dalam tahap ini ada yang belum ‘yakin’ dan ada pula yang langsung ‘yakin’ namun keyakinan-nya bukan yakin yang sesungguhnya karena belum mengalami nibbana. Setelah itu biasanya kita mulai berpikir menggunakan logika tentang nibbana(artikel ini tidak membahas logika yang dipakai) sampai tahap ini ‘keyakinan’ nya berbeda dengan keyakinan sebelumnya namun tetap bukan yakin yang sesungguhnya, karena keyakinan seperti ini masih bisa goyah, orang yang sampai tahap ini masih bisa berpindah keyakinan. Namun bila sudah menembus nibbana disini berarti mengalami/merealisasi maka hal ini lah yang disebut sebagai keyakinan yang sesungguhnya. Keyakinan seperti inilah yang dimiliki oleh 4 pasang makhluk suci. Mereka yang telah merealisasi Nibbana tak akan goyah oleh harta, kesehatan jasmani, katenaran dan lain-lain. Namun perlu kita ingat disini semua tidak ada yang tiba-tiba tiga tahap tersebut diperoleh melalui proses, proses yang sangat panjang yang melibatkan teori, praktek dan pengalaman/penembusan.
Jadi selama kita belum mengalami tujuan akhir kita(nibbana) maka kita belum dapat dikatakan benar-benar yakin. Kita boleh menyebutnya ‘yakin’ namun harus kita sadari itu belum yakin yang sesungguhnya masih dalam tahap logika atau mungkin hanya sekedar tahu. Namun keyakinan seperti ini pun (yg masih sekedar tahu atau logika) harus kita miliki dan terus kita kembangkan sampai menjadi keyakinan yang sesungguhnya.
Lalu bagaimana dengan para pengajar dhamma yang mengajarkan kita untuk praktek sila, samadhi dan panna untuk mencapai tujuan akhir? Apakah mereka sudah mengalami nibbana sehingga yakin dan bersemangat untuk mengajarkan kita?
Memang dalam ajaran sang Buddha tujuan akhir(nibbana) dapat dicapai, dialami atau direalisasi dalam kehidupan ini, tak perlu harus mati terlebih dahulu. Maka itu boleh-boleh saja kita percaya bila seseorang pengajar dhamma mengaku telah merealisasi tujuan akhir namun apalah gunanya bila kita sendiri belum mencapai tingkat tersebut yaitu tingkat dimana kita bisa mengalami tujuan akhir. Karena itu kita harus melihat diri sendiri bukan orang lain seperti pengajar dhamma dan atau samanera/neri, bhikkhu/ni. untuk panduan belajar tentu tak lepas dari pesan sang buddha pada warga suku Kalama, yang terdapat dalam Kalama sutta.
Analogi kapal laut
Keyakinan dapat kita analogikan bagaikan kapal laut di samudra yang luas:
  • orang-orang menaiki kapal dan kapal tersebut membawanya pada suatu tujuan. Begitu pula orang-orang yang yakin terhadap suatu konsep keselamatan maka ia yakin ia akan dibawa pada suatu tujuan akhir yang dijanjikan konsep keselamatannya tersebut.
  • Kapal yang membawa seseorang mengarungi samudra yang luas, yang dipenuhi badai dan ombak, bila kapalnya kurang bagus maka ia dapat tenggelam atau berpindah kapal yang tujuannya berbeda dengan tujuan kapal pertama. Begitu pula orang yang keyakinannya kurang bagus atau mudah goyah. Bila terkena badai kehidupan seperti penyakit, miskin dll. Ia dapat meloncat berpindah keyakinan atau bahkan menenggelamkan hidupnya sendiri sehingga menjadi mudah stress, marah tidak bergairah hidup dll.
Karena keyakinan bagaikan kapal seseorang pasti tidak mau keyakinannya diserang, karena bila diserang dia takut kapalnya menjadi mudah hancur dan ia tenggelam dalam keterpurukkan. Karena itu sangat tidak bijaksana bagi kita untuk menyerang keyakinan seseorang, namun bila ada seorang yang menaiki kapal lain dan ia ragu pada kapal yang ia naiki tersebut karena tidak pernah diberitakkan orang yang menaiki kapal tersebut selamat sampai tujuan yang semestinya, bertanya kepada kita mengenai kapal kita, nahkodanya, tujuannya dan arah tujuannya maka kita patut memberitahunya sesuai dengan yang kita ketahui dari buku panduan kapal kita dan bila ia tertarik untuk berpindah haluan bersama kita barulah kita menerimanya dengan senang hati. dan memang dibuku panduan kapal kita(Tipitaka) terdapat berita bahwa banyak sekali penumpang-penumpang yang sudah sampai tujuan.
 
sumber : http://dhammacitta.org/artikel/keyakinan/

(f) Langkah langkah berpandangan hidup yang baik

Setiap manusia pasti memliki sebuah pandangan hidup, dan sebagian mereka memiliki cara pandang yang berbeda-beda dalam menanggapi suatu hal. Bagaimana setiap orang memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada setiap individu yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. Pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :

Mengenal.

Sebelum seseorang meyakini sesuatu pastilah ia harus mengenal apa yang ia lihat tersebut. Mengenal merupakan langkah awal dari berpandangan hidup yang baik di karenakan dengan mengenal, kita pun akan dapat membedakan suatu hal yang baik dan buruk menurut cara pandang kita sehingga kita tidak akan mengambil langkah yang salah.



Mengerti

Tidak cukup hanya dengan mengenal, kita harus mengerti tentang apa yang sedang kita hadapi. Mengerti sebagai langkah lanjut dari mengenal. Mengenal di ibaratkan hanya sebagai lapisan luar sedangkan jika kita ingin mengetahui lapisan dalamnya, kita harus mengerti.

Menghayati

Setelah kita mengenal dan mengerti suatu hal tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menghayati. Dengan menghayati kita dapat lebih jauh mengerti

Meyakini

Langkah selanjutnya adalah meyakini. Meyakini dapat kita lakukan dengan memperdalam rasa mengenal, mengerti, serta menghayati. Dengan meyakini kita dapat dengan kuat berpegang teguh pada cara pandang yang kita yakini.

Mengabdi

Langkah terakhir untuk berpandangan hidup yang baik adalah dengan megabdi. Mengabdi merupakan suatu usaha untuk menyerahkan segenap keyakinan kita untuk suatu hal yang kita yakini. Dengan mengabdi menjadikan kita lebih dekat atau bahkan menjadi satu dengan hal yang kita yakini tersebut.
Contoh: pancasila sebagai pandangan bangsa