Kamis, 04 Desember 2014

METODOLOGI PENELITIAN PERTEMUAN 3

metodologi penelitian quesioner


Metodologi penelitian pertemuan 3


METODOLOGI PENELITIAN DENGAN QUESIONER
Metodologi pengambilan data dari pengamatan seorang penjual jamu gendongdibuat ke dalam bentuk flowchart karena dengan menggunakan flowchart dapat menjelaskan tahap-tahap pengambilan data pada modul sistem gerak dan rangka otot. Berikut ini adalah flowchart pengambilan datanya.


 
 




















                                                                   
            Berdasarkan flowchart di atas, hal atau langkah pertama yang perlu dilakukan ialah menentukan jenis pekerjaan yang akan dilakukan yaitu pekerja jamu gendong. Langkah selanjutnya ialah menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pengambilan data penjual jamu gendong yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan waktu dan lokasi operator bekerja kemudian memilih operator dengan ketentuan operator tersebut sudah bekerja minimal 1 tahun, jika operator tersebut belum bekerja selama minimal 1 tahun kembali lagi memilih operator bila operator sudah bekerja minimal 1 tahun aktivitas selanjutnya melakukan wawancara serta mengisi kuisioner yang berisi tentang keluhan yang dialaminya,  lalu mengambil gambar serta merekam video operator pada saat bekerja.
Melihat apakah data aktivitas pekerja tidak terpenuhi, maka melakukan kembali mencari operator, memelakukan wawancara dan mengisi kuisioner kembali serta mengambil gambar dan merekam aktivitas pekerja dengan operator yang berbeda sampai data 4 operator terpenuhi semua, bila terpenuhi maka dilanjutkan dengan merapihkn alat serta melakukan pengolahan data.

3.2       Peralatan yang Digunakan dan Fungsinya
            Proses pengambilan data untuk modul sistem rangka dan otot manusia menggunakan alat-alat yang berfungsi sebagai pendukung saat pengambilan data. Berikut alat-alat yang digunakan beserta fungsinya:
1.  Tabel data kuesioner Body Map, digunakan sebagai bahan untuk mencatat hasil pengamatan.
2.   Alat tulis, digunakan untuk mencatat hasil pengamatan.
3.   Kamera handphone, digunakan mengambil gambar saat operator melakukan kegiatan dan untuk untuk merekam kegiatan operator.

3.3       Data Kuesioner Body Map
            Data kuesioner body map didapat berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara pada empat pekerja jamu gendong. Pengolahan data ini kemudian
dibuat dalam bentuk tabel yang dapat dilihat dalam jenis keluhan dan responden.
Tabel 3.1 Body map Operator 1
Nama               : Iin                            Berat beban yang diangkat  : 6 Kg
Usia                 : 35 Tahun                  Lamanya Bekerja                : 5 Tahun
Berat Badan     : 55 Kg                       Waktu Kerja                        : 15.00-17.30
Posisi kerja      :  Jongkok                                                                    
No
Jenis keluhan
Responden
TS
AS
S
SS
1
Sakit kaku dibagian leher bagian atas
√



2
Sakit kaku dibagian leher bagian bawah
√



3
sakit dibahu kiri
√



4
sakit dibahu kanan
√



5
sakit lengan atas kiri
√



6
sakit dipunggung
√



7
sakit lengan atas kanan
√



8
sakit pada pinggang
√



9
sakit pada bokong
√



10
sakit pada pantat
√



11
sakit pada siku kiri
√



12
sakit pada siku kanan
√



13
sait lengan bawah kiri
√



14
sakit lengan bawah kanan

√


15
sakit pada pergelangan tangan kiri

√


16
sakit pada pergelangan tangan kanan

√


17
sakit pada tangan kiri
√



18
sakit pada tangan kanan


√

19
sakit pada paha kiri
√



20
sakit pada paha kanan
√



21
sakit pada lutut kiri
√



22
sakit pada lutut kanan
√



23
sakit pada betis kiri



√
24
sakit pada betis kanan



√
25
sakit pada pergelangan kaki kiri


√

26
sakit pada pergelangan kaki kana


√

27
sakit pada kaki kiri


√

28
sakit pada kaki kanan


√


Tabel 3.2 Body map Operator 2
Nama               : Katemi                     Berat beban yang diangkat   : 6 Kg
Usia                 : 42 Tahun                  Lamanya Bekerja                 : 3 Tahun
Berat Badan    : 58 Kg                        Waktu Kerja                        : 16.00-18.00
Posisi kerja      : Jongkok                                                                    
No
Jenis keluhan
Responden
TS
AS
S
SS
1
Sakit kaku dibagian leher bagian atas


 √

2
Sakit kaku dibagian leher bagian bawah


 √

3
sakit dibahu kiri
 √



4
sakit dibahu kanan


  √

5
sakit lengan atas kiri


  √

6
sakit dipunggung


  √

7
sakit lengan atas kanan


 √

8
sakit pada pinggang


 √

9
sakit pada bokong
√

  

10
sakit pada pantat
√



11
sakit pada siku kiri


  √

12
sakit pada siku kanan
√



13
sait lengan bawah kiri

 √ 


14
sakit lengan bawah kanan


  √

15
sakit pada pergelangan tangan kiri
 √



16
sakit pada pergelangan tangan kanan

√


17
sakit pada tangan kiri


√

18
sakit pada tangan kanan


√

19
sakit pada paha kiri
 √



20
sakit pada paha kanan


√

21
sakit pada lutut kiri


√

22
sakit pada lutut kanan


√

23
sakit pada betis kiri


√

24
sakit pada betis kanan


√

25
sakit pada pergelangan kaki kiri


√

26
sakit pada pergelangan kaki kana


√

27
sakit pada kaki kiri
 √



28
sakit pada kaki kanan


√


Tabel 3.3 Body map Operator 3
Nama               : Marsih                      Berat beban yang diangkat : 6 Kg
Usia                 : 37 Tahun                  Lamanya Bekerja                : 15 Tahun
Berat Badan     :  61 Kg                      Waktu Kerja                        : 15.00-18.00
Posisi kerja      :  Jongkok                                                                    
No
Jenis keluhan
Responden
TS
AS
S
SS
1
Sakit kaku dibagian leher bagian atas


√

2
Sakit kaku dibagian leher bagian bawah


√

3
sakit dibahu kiri

√


4
sakit dibahu kanan



√
5
sakit lengan atas kiri
√



6
sakit dipunggung



√
7
sakit lengan atas kanan


√

8
sakit pada pinggang


√

9
sakit pada bokong
√



10
sakit pada pantat
√



11
sakit pada siku kiri
√



12
sakit pada siku kanan
√



13
sait lengan bawah kiri
√



14
sakit lengan bawah kanan
√



15
sakit pada pergelangan tangan kiri
√



16
sakit pada pergelangan tangan kanan

√


17
sakit pada tangan kiri
√



18
sakit pada tangan kanan

√


19
sakit pada paha kiri
√



20
sakit pada paha kanan
√



21
sakit pada lutut kiri


√

22
sakit pada lutut kanan


√

23
sakit pada betis kiri


√

24
sakit pada betis kanan


√

25
sakit pada pergelangan kaki kiri

√


26
sakit pada pergelangan kaki kana
√



27
sakit pada kaki kiri
√



28
sakit pada kaki kanan
√




Tabel 3.4 Body map Operator 4
Nama               : Warni                       Berat beban yang diangkat   : 6 Kg
Usia                 : 47 Tahun                  Lamanya Bekerja                 : 20 Tahun
Berat Badan    : 61 Kg                        Waktu Kerja                        : 16.00-19.00
Posisi kerja      : Jongkok                                                                    
No
Jenis keluhan
Responden
TS
AS
S
SS
1
Sakit kaku dibagian leher bagian atas


 √

2
Sakit kaku dibagian leher bagian bawah


 √

3
sakit dibahu kiri

√


4
sakit dibahu kanan


  √

5
sakit lengan atas kiri
√

  

6
sakit dipunggung


  √

7
sakit lengan atas kanan


 √

8
sakit pada pinggang

 √


9
sakit pada bokong
√

  

10
sakit pada pantat
√



11
sakit pada siku kiri
√

  

12
sakit pada siku kanan


 √

13
sait lengan bawah kiri
√
  


14
sakit lengan bawah kanan

√
  

15
sakit pada pergelangan tangan kiri
 √



16
sakit pada pergelangan tangan kanan
 √



17
sakit pada tangan kiri
√



18
sakit pada tangan kanan


√

19
sakit pada paha kiri


√

20
sakit pada paha kanan


√

21
sakit pada lutut kiri


√

22
sakit pada lutut kanan


√

23
sakit pada betis kiri


√

24
sakit pada betis kanan
 √



25
sakit pada pergelangan kaki kiri
 √



26
sakit pada pergelangan kaki kana


√

27
sakit pada kaki kiri


√

28
sakit pada kaki kanan


√


SUMBER : laporan akhir apk saya.gunadarma.2014



Senin, 24 November 2014

METODE PENELITIAN


BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang
            Manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya pasti melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan dan dalam bekerja tidak lepas berbagai posisi duduk, berdiri membungkuk dan lain sebagainya. Cara kerja setiap orang tentulah berbeda satu sama lain. Terkadang posisi kerja yang baik atau tidak baik sehingga beban kerja yang terlalu berat menyebabkan keluhan bagi pekerjanya. Hal ini banyak ditemui pada pekerjaan dengan menggunakan fisik atau tenaga. Akibatnya, tingkat produktivitas kerja yang dihasilkan oleh pekerja juga akan menurun karena keluhan tersebut. Keluhan-keluhan tersebut dapat bersifat jangka pendek berupa nyeri-nyeri pada bagian tubuh dan juga jangka panjang yang berpotensi penyakit. Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu ilmu untuk mengatasinya yaitu dengan menggunakan ilmu sistem rangka dan otot.
Sistem rangka dan otot adalah salah satu ilmu yang dapat mempelajari sistem kerja yang baik sehingga dapat meminimalisir keluhan yang terjadi pada tubuh operator. Sistem rangka dan otot juga merupakan ilmu yang dapat memberi solusi terhadap teknik bekerja yang baik dan benar. Metode yang digunakan adalah nordic body map. Nordic body map adalah metode yang digunakan untuk mengukur rasa nyeri pada rangka dan otot dari manusia dan pekerja. Tujuan pengukuran tersebut adalah untuk mengetahui keluhan yang dialami oleh pekerja pada jenis pekerjaan sehingga dapat meminimalisirnya dan memperbaiki posisi kerja agar tidak mengubah atau merusak sistem rangka dan otot manusia.
Pengaplikasian ilmu sistem rangka dan otot ini yaitu dengan melakukan pengamatan dan penelitian terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh 4 orang penjahit keliling. Pengamatan pada penjahit keliling dipilih karena banyak ditemukan keluhan pada penjahit keliling karena posisi kerja yang salah dan beban kerja yang cukup berat dan tidak memerlukan izin khusus saat meneliti. Harapan setelah mempelajari ilmu ini diharapkan posisi dalam bekerja menjadi lebih baik sehingga keluhan-keluhan dalam bekerja dapat diminimalisir dan produktivitas kerja menjadi meningkat.
Perumusan Masalah
            Perumusan masalah dibuat untuk merumuskan masalah yang terdapat dalam penulisan laporan akhir. Perumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan akhir sistem rangka dan otot manusia adalah bagaimana usulan perbaikan cara dan alat kerja untuk mengurangi keluhan-keluhan yang ditimbulkan.



Pembatasan Masalah
            Pembatasan masalah dilakukan agar pembahasan yang ada pada penulisan laporan akhir tidak menyimpang dan tidak keluar dari pokok pembahasan. Berikut ini akan dijabarkan pembatasan masalah dalam pembuatan laporan akhir:
  1. Pengambilan dan pengamatan data dilakukan pada tanggal 1 Mei 2014 disekitar Tambun Bekasi pukul 12.00 – 16.00 WIB.
  2. Jenis pekerjaan yang diamati hanya penjahit keliling dengan jumlah 4 orang.
  3. Pengambilan data menggunakan kuisioner Nordic Body Map serta handphone untuk merekam dan mengambil gambarnya.
  4. Pengalaman kerja masing-masing operator hanya minimal 1 tahun.
  5. Operator memiliki kesamaan jenis kelamin, siklus kerja, posisi kerja, beban kerja, dan waktu kerja.
  6. Data table kuisioner hanya terdiri dari 28 jenis keluhan.
Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan dibuat untuk mengetahui tujuan dari penulisan laporan akhir. Berikut ini merupakan tujuan penulisan laporan akhir:
  1. Mengetahui dan menganalisis posisi kerja dari penjahit keliling.
  2. Mengetahui dan menganalisis otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan oleh penjahit keliling.
  3. Mengetahui dan menganalisis potensi penyakit yang mungkin terjadi pada penjahit keliling.
  4. Mengetahui dan menganalisis perbaikan posisi kerja dari penjahit keliling.


HIPOTESIS DAN PERANCANGAN PENELITIAN

HIPOTESIS DAN PERANCANGAN PENELITIAN
Rancangan pengujian hipotesis dimulai dengan penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha), Penetapan tes statistik, pengujian hipotesis penetapan tingkat signifikansi, dan penarikan kesimpulan.Rancangan pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untukmengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara variabel independent (X) dengan variabeldependent (Y). Rancangan pengujian hipotesis dimulai dengan penetapan hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha),Penetapan tes statistik, pengujian hipotesis, penetapan tingkat signifikansi, dan penarikan kesimpulan.
2.      Penetapan Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha)
Hipotesis nol (Ho) merupakan hipotesis yang menyatakan bahwa variabelvariabel
independen tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen. Sedangkan Hipotesis alternatif (Ha) merupakan hipotesis yang menyatakan bahwa variabel-variabel independen mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.
Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan adanya hubungan
yang signifikan atau tidaknya 3 (tiga) variabel yaitu karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen, desentralisasi, dan kinerja manajerial.
Disini kesimpulan sementaranya adalah :
H0: Tingkat desentralisasi tidak  berpengaruh pada hubungan antara karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen dengan kinerja manajerial
H1: Tingkat desentralisasi berpengaruh pada hubungan antara karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen dengan kinerja manajerial
Penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk mengetahui pengaruh karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen pada kinerja manajerial dengan desentralisasi sebagai variabel pemoderasi. Fokusnya adalah pada signifikansi dan sifat pengaruh interaksi dua independenvariabel terhadap dependen variabel yang ada dalam persamaan 1. Jika setelah uji regresi diperoleh 3 b signifikan (p<0,05) dan positif ( 3 b >0) menunjukkan bahwahipotesis didukung atau berarti desentralisasi pada hubungan antara karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen dengan kinerja manajerial.
Gambar 1.1 Rancangan Penelitian
REFERENSI:
http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-564-babiv.pdf  di akses tanggal 19 Oktober 2013.