Kamis, 23 Oktober 2014

contoh skripsisss

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pekerjaan yang dilakukan setiap manusia saat ini masih tergantung pada
kekuatan atau tenaga yang dimiliki. Tenaga yang dimiliki manusia juga tidak akan
selamanya bisa dimanfaatkan karena manusia pasti mengalami kelelahan atau
kondisi fisik yang mulai melemah dan berkurang.  Hal ini terjadi karena manusia
mengalami dampak secara langsung maupun tidak langsung akibat pekerjaan yang
dilakukan. 
Dampak yang dirasakan manusia tersebut akan timbul disetiap jaringan
organ tubuh seperti kelainan-kelainan pada otot dan tulang. Jika hal ini dibiarkan,
maka akan berpotensi mengalami sakit yang berkepanjangan. Hal tersebut dapat
diantisipasi dengan menggunakan penerapan ergonomi yang mempelajari sistem
rangka dan otot manusia. Pembelajaran ini ditujukan agar dapat meminimasikan
kelelahan kerja serta  tercapainya kondisi kerja yang lebih baik dan nyaman dalam
aktivitas pekerjaan yang dilakukan setiap manusia.
Penelitian yang dilakukan yaitu terhadap 4 orang kuli panggul jengkol
yang bekerja di pasar induk Cibitung. Pekerjaan ini membutuhkan tenaga atau
energi yang sangat banyak karena harus mengangkat beban yang berat dengan
menggunakan bahu. Penelitian ini dilakukan karena pekerjaan kuli kasar
berpotensi mengalami kelainan otot dan tulang serta memiliki presiko kerja yang
cukup berbahaya pada jangka panjang terhadap kesehatan tubuhnya.

1.2 Perumusan Masalah
Penelitian laporan akhir yang dilakukan terhadap 4 orang kuli panggul
jengkol dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan yang ada pada saat bekerja.
Permasalahan dalam laporan akhir ini adalah bagaimana menciptakan kondisi
kerja yang lebih baik dan nyaman.
DI-1

DI-2

1.3 Pembatasan Masalah
  Masalah yang terdapat dalam pembuatan laporan akhir ini dibatasi agar
tidak menyimpang jauh dari persoalan yang ada. Adapun batasan masalah pada
modul ini adalah sebagai berikut:
1. Pengambilan data hanya dilakukan di Pasar Induk Cibitung, Bekasi, pada
tanggal 24 November 2008 pukul 09.00 s.d 11.00 WIB.
2. Jenis pekerjaan yang diamati adalah hanya kuli panggul jengkol.
3. Operator yang diamati hanya sebanyak 4 orang.
4. Data yang diambil adalah hanya keluhan-keluhan sakit pada anggota tubuh
yang dirasakan oleh pekerja tersebut.

1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dalam membuat laporan akhir modul ini adalah untuk memberikan
pemahaman mengenai materi yang dibahas didalamnya. Berikut ini merupakan
tujuan pembuatan laporan akhir modul sistem rangka dan otot manusia.
1. Menganalisa kondisi pekerja yang saat ini dilakukan oleh kuli panggul
jengkol.
2. Mengetahui keluhan sakit yang dirasakan oleh kuli panggul jengkol.
3. Mengetahui penyakit yang mungkin terjadi pada kuli panggul jengkol.
4. Memberikan usulan kondisi kerja baru yang ideal dan lebih baik.

1.5 Sistematika Penulisan 
Sistematika penulisan pada masing-masing bab pada pembuatan laporan
ini, terdapat hal-hal yang akan dibahas. Adapun pembahasannya adalah sebagai
berikut:
BAB I PENDAHULUAN
   Bab I berisi pendahuluan, yang merupakan langkah awal dari suatu
penulisan ilmiah. Pendahuluan tersebut meliputi latar belakang,
perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, dan
sistematika penulisan.


BAB II LANDASAN TEORI
Bab II berisi teori-teori yang berkaitan dengan modul Sistem Rangka
dan Otot Manusia. Landasan teori diambil dari berbagai sumber baik
dari buku maupun informasi-informasi yang ada di internet pada saat
melakukan studi pustaka.
BAB III PENGUMPULAN DATA
Bab III berisikan tentang metode pengambilan data yang terdiri dari
flowchart dan penjelasannya dalam melakukan pengambilan data.
Metodologi pengambilan data ini juga menjelaskan mengenai alat yang
digunakan serta data kuesioner Body Map.
BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS
 Bab IV berisi mengenai pembahasan. Pembahasan tersebut terdiri dari
profil pekerja, proses kerja, pengolahan data body map, analisis posisi
kerja, analisis otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan,
analisis hasil pengolahan data body map, analisis potensi penyakit
yang mungkin terjadi, dan usulan posisi kerja terbaik.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V berisi kesimpulan yang menjawab tujuan pada bab 1. Bab ini
juga berisi saran dengan harapan praktikum Analisis Perancangan
Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya dapat berjalan lebih baik lagi.

 




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pekerjaan yang dilakukan setiap manusia saat ini masih tergantung pada
kekuatan atau tenaga yang dimiliki. Tenaga yang dimiliki manusia juga tidak akan
selamanya bisa dimanfaatkan karena manusia pasti mengalami kelelahan atau
kondisi fisik yang mulai melemah dan berkurang.  Hal ini terjadi karena manusia
mengalami dampak secara langsung maupun tidak langsung akibat pekerjaan yang
dilakukan. 
Dampak yang dirasakan manusia tersebut akan timbul disetiap jaringan
organ tubuh seperti kelainan-kelainan pada otot dan tulang. Jika hal ini dibiarkan,
maka akan berpotensi mengalami sakit yang berkepanjangan. Hal tersebut dapat
diantisipasi dengan menggunakan penerapan ergonomi yang mempelajari sistem
rangka dan otot manusia. Pembelajaran ini ditujukan agar dapat meminimasikan
kelelahan kerja serta  tercapainya kondisi kerja yang lebih baik dan nyaman dalam
aktivitas pekerjaan yang dilakukan setiap manusia.
Penelitian yang dilakukan yaitu terhadap 4 orang kuli panggul jengkol
yang bekerja di pasar induk Cibitung. Pekerjaan ini membutuhkan tenaga atau
energi yang sangat banyak karena harus mengangkat beban yang berat dengan
menggunakan bahu. Penelitian ini dilakukan karena pekerjaan kuli kasar
berpotensi mengalami kelainan otot dan tulang serta memiliki presiko kerja yang
cukup berbahaya pada jangka panjang terhadap kesehatan tubuhnya.

1.2 Perumusan Masalah
Penelitian laporan akhir yang dilakukan terhadap 4 orang kuli panggul
jengkol dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan yang ada pada saat bekerja.
Permasalahan dalam laporan akhir ini adalah bagaimana menciptakan kondisi
kerja yang lebih baik dan nyaman.


1.3 Pembatasan Masalah
  Masalah yang terdapat dalam pembuatan laporan akhir ini dibatasi agar
tidak menyimpang jauh dari persoalan yang ada. Adapun batasan masalah pada
modul ini adalah sebagai berikut:
1. Pengambilan data hanya dilakukan di Pasar Induk Cibitung, Bekasi, pada
tanggal 24 November 2008 pukul 09.00 s.d 11.00 WIB.
2. Jenis pekerjaan yang diamati adalah hanya kuli panggul jengkol.
3. Operator yang diamati hanya sebanyak 4 orang.
4. Data yang diambil adalah hanya keluhan-keluhan sakit pada anggota tubuh
yang dirasakan oleh pekerja tersebut.

1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dalam membuat laporan akhir modul ini adalah untuk memberikan
pemahaman mengenai materi yang dibahas didalamnya. Berikut ini merupakan
tujuan pembuatan laporan akhir modul sistem rangka dan otot manusia.
1. Menganalisa kondisi pekerja yang saat ini dilakukan oleh kuli panggul
jengkol.
2. Mengetahui keluhan sakit yang dirasakan oleh kuli panggul jengkol.
3. Mengetahui penyakit yang mungkin terjadi pada kuli panggul jengkol.
4. Memberikan usulan kondisi kerja baru yang ideal dan lebih baik.

1.5 Sistematika Penulisan 
Sistematika penulisan pada masing-masing bab pada pembuatan laporan
ini, terdapat hal-hal yang akan dibahas. Adapun pembahasannya adalah sebagai
berikut:
BAB I PENDAHULUAN
   Bab I berisi pendahuluan, yang merupakan langkah awal dari suatu
penulisan ilmiah. Pendahuluan tersebut meliputi latar belakang,
perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, dan
sistematika penulisan.


BAB II LANDASAN TEORI
Bab II berisi teori-teori yang berkaitan dengan modul Sistem Rangka
dan Otot Manusia. Landasan teori diambil dari berbagai sumber baik
dari buku maupun informasi-informasi yang ada di internet pada saat
melakukan studi pustaka.
BAB III PENGUMPULAN DATA
Bab III berisikan tentang metode pengambilan data yang terdiri dari
flowchart dan penjelasannya dalam melakukan pengambilan data.
Metodologi pengambilan data ini juga menjelaskan mengenai alat yang
digunakan serta data kuesioner Body Map.
BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS
 Bab IV berisi mengenai pembahasan. Pembahasan tersebut terdiri dari
profil pekerja, proses kerja, pengolahan data body map, analisis posisi
kerja, analisis otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan,
analisis hasil pengolahan data body map, analisis potensi penyakit
yang mungkin terjadi, dan usulan posisi kerja terbaik.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V berisi kesimpulan yang menjawab tujuan pada bab 1. Bab ini
juga berisi saran dengan harapan praktikum Analisis Perancangan
Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya dapat berjalan lebih baik lagi. 

sumber : Frans surya hadinata, gunadarma, PSK&E

 




Jumat, 27 Juni 2014

Undang Undang Perindustrian


Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1984
               Menurut UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
Bahan mentah adalah semua bahan yang didapat dari sumber daya alam dan/atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut, misalnya kapas untuk inddustri tekstil, batu kapur untuk industri semen, biji besi untuk industri besi dan baja. Undang undang perindustrian mengatur berbagai macam hal yang berhubungan dengan bidang industri. UU nomer 5 tahun 1984 didalamnya tertulis jelas mengenai aturan-aturan tentang perindustrian. Didialam undang-undang ini juga di jelaskan mengenai berbagai istilah dalam industri. Selain itu dalam undang-undang ini sangatlah jelas tentang semua peraturan yang tertera dalam bidang perindustrian yang telah dibagi menjadi beberapa bab dan beberapa pasal.

Undang-Undang Perindustrian 
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Indonesia No.19/M/I/1986, industri dibedakan menjadi:
1. Industri kimia dasar: misalnya industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar: misalnya industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dan lain- lain.
3. Industri kecil: industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4. Aneka industri: industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
Klasifikasi oleh International Standard Industrial Classification (ISIC) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa didasarkan atas kemiripan bahan baku dan cara-cara produksi, maka industri terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
1. Industri pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan
2. Industri pertambangan
3. Industri manufaktur
4. Industri listrik, gas dan air
5. Industri konstruksi
6. Industri transportasi, pergudangan dan komunikasi
7. Industri perdagangan grosir dan eceran, restoran dan hotel
8. Industri keuangan, asuransi, properti dan jasa-jasa bisnis
9. Industri jasa masyarakat, sosial dan personal
10. Industri lainnya

Dalam pasal 3 mengenai tujuan dari pembangunan industri setidaknya ada sekitar 8 tujuan dari pembangunan industri yakni:
1. Meningkatkan kemakmuran rakyat.
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga adanya keseimbangan dalam masyarakat      yakni dalam hal ekonomi.
3. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat pula menciptakan kemampuan dan penguasaan terhadap teknologi yang tepat guna.
4. Dengan meningkatnya kemampuan dari lapisan masyarakat sehingga peran aktif terhadap pembangunan industri juga semakin meningkat.
5. Dengan semakin meningkatnya pembangunan industri diharapkan dapat memperluas lapangan kerja.
6. Selain meningkatnya lapangan kerja dengan adanya pembangunan industri dapat pula meningkatkan penerimaan devisa .
7. Selain itu pembangunan dan pengembangan industri merupakan sebagai penunjang pembangunan daerah.
8. Dengan semakin meningkatnya pembanguna daerah pada setiap propinsi di harapkan stabilitas nasional akan terwujud.

Pasal 4 uu. No.5 tahun1984 mengatur mengenai masalah cabang industri. Dimana berkaitan dengan pasal 33 UUD 1945 bahwa setiap cabang industri dikuasai oleh Negara. Penguasaan Negara ini dimaksudkan agar tidak ada monopoli namun digunakakan sebagai kemantapan stabilitas nasional.
Pasal 5 uu. No.5 tahun 1984 mengatur mengenai bidang usaha dan jenis indutri, dimana pemerintah mengelompokan industri dalam tiga jenis industri yakni:
1. Industri kecil termasuk didalamnya keterampilan tradisional dan pengerajin yang menghasilkan benda seni.
2. Selain industri kecil pemerintah juga menetapkan industri khusus untuk penanaman modal.
Sedangkan untuk pengaturan, pembinaan, dan pengembangan industri diatur dalam pasal 7 uu no.5 tahun1984.

                                                            Pengaturan Industri

Fungsi dari pengaturan industri dimaksudkan agar dalam pembangunan industri dapat terwujud, seperti :
a. Pengembangan industri yang baik, sehat, dan berhasil guna.
b. Adanya persaingan yang sehat.
c. Tidak terjadi monopoli oleh suatu industri terhadap suatu produk.

                                                          Pembinaan dan pengembangan industri

Dalam hal pembinaan dan pengembangan industri dilakukan oleh pemerintah bagi:
a. Para usaha industri untuk meningkatkan nilai tambah serta sumbangan yang lebih besar bagi pertumbuhan produk nasional.
b. Yang dimaksud dari pembinaan dalam hal ini adalah pembinaan kerja sama antara industri kecil, industri menengah, dan industri besar.

Mengenai izin usaha ditentukan dalam pasal 13 uu. No.5 tahun1984 bahwa:

a. Setiap pendirian perusahaan industri baru maupun perluasan usaha wajib memperoleh izin usaha.
b. Setiap pemberian izin usaha industri berkaitan dengan pengaturan pembinaan dan pengembangan industri yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
c. Kewajiban memperoleh izin usaha dikecualikan bagi industri kecil.
d. Ketentuan ini diatur oleh pemerintah.

Mengenai penyampaian informasi industri diatur dalam pasal 14 uu. No5 tahun 1984 dimana:

a. Perusahaan industri wajib menyampaikan informasi secara berkala mengenai kegiatan industri kepada pemerintah.
b. Kewajiban ini di kecualikan bagi industri kecil.
c. Ketentuan tentang bentuk, isi, dan lain-lain diatur oleh pemerintah.

Mengenai keamanan dan keselamatan industri dalam kegiatan industri yang berkaitan dengan tata cara penyelengaraan pengawasan dan pengendalian diatur dalam pasal 15 peraturan pemerintah.
Teknologi Industri, Desain Industri, Rancang Bangun, dan Perekayasaan Industri serta Standarisasi.
1. Teknologi Industri
Mengeni teknologi industri dilihat dari usaha industri dalam hal menjalankan bidang usaha industri untuk sedapat mungkin mengunakan teknologi yang tepat guna yang dapat meningkatkan nilai tambah dari produk yang diciptakan. Apabila teknologi yang diharapkan tidak dapat dicari maka pemerintah membantu dalam pemilihan teknologi yang tepat guna (berkaitan dengan pasal 16 uu. No.5 tahun 1984).
2. Desain Produk Industri
Berkaitan dengan pasal 17 uu no.5 tahun1984 yang dimaksud dengan desain produk industri adalah hasil rancangan suatu barang jadi untuk diproduksi oleh suatu perusahaan mengenai desain industri ini telah mendapatkan perlindungan hukum dengan maksud untuk memberikan rangsangan bagi terciptanya desain-desain baru.
3. Rancang Bangun dan Perekayasaan
Yang termasuk dari perekayasaan industri adalah konsultasi dibidang perekayasaan konstruksi, perekayasaan peralatan dan mesin industri (berkaitan dengan pasal 18 UU no5 tahun1984).
4. Standar Bahan Baku dan Hasil Industri
Dalam hal penetapan standar bahan baku merupakan kewenangan pemerintah pusat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. tujuan dari standar ini adalah untuk meningkatkan mutu dari produk industri.

                                                         Wilayah industri

Dalam hal pusat dari wilayah industri merupakan suatu tempat yang merupakan sentral dari kegiatan pembangunan industri dan produksi industri. Dalam hal ini diatur oleh pemerintah (pasal 20 dalam uu ini).
Industri Dalam hubungannya Dengan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Diatur dalam pasal 21 uu no.5 tahun 1984 dimana perusahan industri di wajibkan:

a. Melaksanakan upaya keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam serta pencegahan kerusakan terhadap lingkungan.
b. Pemerintah wajib membuat suatu peraturan dan pembinaan berupa bimbingan dan penyuluhan mengenai pelaksanaan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses industri.
c. Kewajiban ini dikecualikan bagi para industri kecil.

                              Penyerahan Kewenangan dan Urusan Tentang Industri

    Penyerahan kewenangan tentang pengaturan, pembinaan, dan pengembangan terhadap industri diatur oleh peraturan pemerintah. Dimana hal ini penting guna menghindarkan duplikasi kewenangan peraturan, pembinaan, dan pengembangan usaha industri di antara instansi pemerintah (terkait dalam pasal 22 uu no.5 tahun1984).

Senin, 02 Juni 2014

HAK MEREK

A.     Pengertian Hak Merek
        Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. (Menurut UU No.15 Tahun 2001)
Merek dapat dibedakan dalam beberapa macam, antara lain:
  1. Merek Dagang: merek digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis.
  2. Merek Jasa: merek digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukun untuk membedakan dengan jasa sejenis.
  3. Merek Kolektif: merek digunakan pada barang/jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang/badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang/ jasa sejenisnya.
        Sedangkan pengertian dari Hak Merek adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggunakannya.

dari pengertian berbagai merek tersebut juga terdapat beberapa jenis merek, seperti merek dagang dan juga merek jasa. dibawah ini diberikan beberapa pengertian tentang merek dagang dan merek jasa:

1. Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.
2. Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

HAK PATEN

Hak paten, atau lebih sering disebut paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara, dalam hal ini, Pemerintah Republik Indonesia, kepada investor atas hasil penemuannya di bidang teknologi, yang selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuan tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

1.     Definisi
Kata paten, diambil dari bahasa Inggris yaitu patent, yang awalnya berasal dari kata patere yang artinya membuka diri (untuk pemeriksaan publik), dan juga berasal dari istilah letters patent, yaitu surat keputusan yang dikeluarkan kerajaan yang memberikan hak eksklusif kepada individu dan pelaku bisnis tertentu.
Definisi kata paten itu sendiri, konsep paten mendorong inventor untuk membuka pengetahuan demi kemajuan masyarakat dan sebagai gantinya, inventor mendapat hak eksklusif selama periode tertentu. Mengingat pemberian paten tidak mengatur siapa yang harus melakukan invensi yang dipatenkan, sistem paten tidak dianggap sebagai hak monopoli.

2.     Sifat dan Fungsi
Tujuan dari hak paten, yaitu:
1.      Memberikan Perlindungan Hukum atas setiap karya intelektual di bidang teknologi, sehingga terjamin hak kepemilikan pemegang paten.
2.      Mewujudkan iklim yang lebih baik bagi kegiatan invensi di bidang teknologi, sebab teknologi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional secara umum dan khususnya di sektor industri,
3.      Memberikan insentif bagi para inventor dalam melakukan inovasi baru melalui hak eksklusif atas invensi yang dihasilkannya.
4.      Sarana pengungkapan terbuka mengenai informasi teknologi terkini yang dipatenkan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk penyempurnaan dan pengembangan teknologi lebih lanjut.
Manfaat paten:
1.      Hak ekslusif
2.      Kepastian hukum
3.      Insentif terhadap suatu kreasi teknologi
4.      Posisi pasar yang kuat
5.      Meningkatkan daya saing
6.      Kesempatan lisensi
7.      Mendorong investasi (FDI)
8.      Katalis transfer teknologi
9.      Strategi perencanaan perdagangan dan industry

Manfaat informasi paten:
1.      Solusi masalah teknologi
2.      Mencari teknologi alternatif dan sumbernya
3.      Efisiensi, menghindari duplikasi kegiatan R&D
4.      Menghindai pelanggaan paten
5.      Eksploitasi paten-paten yang kadaluarsa
6.      Eksploitasi paten-paten asing yangtidak terdaftar di Indonesia
7.      Melihat tren teknologi
8.      Kemungkinan menjadi lisensor

Sabtu, 29 Maret 2014

Hak Cipta


PENGERTIAN HAK CIPTA

Hak Cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.
Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya,film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer,siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan tokoh kartun Miki Tikus melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh tikus tertentu ciptaan Walt Disney tersebut, namun tidak melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh tikus secara umum.

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”
 (pasal 1 butir 1).

Contoh hasil dari hak cipta (hasil karya yang di lindungi) :
Karya sastra seperti buku, pamflet, novel, puisi, laporan, iklan, instruksi manual, artikel surat kabar dan bahkan daftar belanjaan dan kertas ujian.

Sumber referensi : http://rarabebyuchul.wordpress.com/2013/05/24/pengertian-hak-cipta/

Hak atas Kekayaan Intelektual


Hak Atas Kekayaan Intelektual


Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Hak Milik Intelektual (HMI) atau harta intelek (di Malaysia) ini merupakan padanan dari bahasa Inggris Intellectual Property Right. Kata “intelektual” tercermin bahwa obyek kekayaan intelektual tersebut adalah kecerdasan, daya pikir, atau produk pemikiran manusia (the Creations of the Human Mind) (WIPO, 1988:3).
Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak eksklusif Yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup Hak Cipta, Hak Paten Dan Hak Merk. Namun jika dilihat lebih rinci HAKI merupakan bagian dari benda (Saidin : 1995), yaitu benda tidak berwujud (benda imateriil).
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) termasuk dalam bagian hak atas benda tak berwujud (seperti Paten, merek, Dan hak cipta). Hak Atas Kekayaan Intelektual sifatnya berwujud, berupa informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra, keterampilan dan sebagainya yang tidak mempunyai bentuk tertentu.

PRINSIP – PRINSIP HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
 Prinsip – prinsip Hak Kekayaan Intelektual :
1.    Prinsip Ekonomi.
Prinsip ekonomi, yakni hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif suatu kemauan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam berbagai bentuk yang akan memeberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan.
2.    Prinsip Keadilan.
Prinsip keadilan, yakni di dalam menciptakan sebuah karya atau orang yang bekerja membuahkan suatu hasil dari kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam pemiliknya.
3.    Prinsip Kebudayaan.
Prinsip kebudayaan, yakni perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan seni untuk meningkatkan kehidupan manusia
4.    Prinsip Sosial.
Prinsip sosial ( mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara ), artinya hak yang diakui oleh hukum dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan bedasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat.


  KLASIFIKASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Berdasarkan WIPO hak atas kekayaan intelaktual dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu hak cipta ( copyright ) , dan hak kekayaan industri (industrial property right).
Hak kekayaan industry ( industrial property right ) adalah hak yang mengatur segala sesuatu tentang milik perindustrian, terutama yang mengatur perlindungan hukum.
Hak kekayaan industry ( industrial property right ) berdasarkan pasal 1 Konvensi Paris mengenai perlindungan Hak Kekayaan Industri Tahun 1883 yang telah di amandemen pada tanggal 2 Oktober 1979, meliputi
  1. Paten
  2. Merek
  3. Varietas tanaman
  4. Rahasia dagang
  5. Desain industry
  6. Desain tata letak sirkuit terpadu

fenomena politik 2014


FENOMENA POLITIK
Panggung politik 2014 sebentar lagi akan digelar. Lika-liku seribu cara akan dilakukan oleh para Calon legislatif (caleg) DPR,DPRD,DPD, dan Presiden. Banyak yang umbar janji, banyak juga yang umbar uang. Bodohnya rakyat indonesia yang mau saja memilih pemimpin karna sogokan uang.
Pernah kah kita berpikir sampai kapan kita akan menjadi negara maju ?
Mau dibawa kemana negara kita kalau rakyat mau disogok?
Pantaskah uang 50rb sogokan tergantikan dengan kinerja yang buruk selama 5 tahun?

Tolong mengertilah wahai saudara-saudara, kita bukan manusia bodoh kita pantas memilih mana pemimpin yang benar-benar pantas memimpin negara ini negara indonesia.
Jangan terpengaruh oleh atribut-atribut partai yang tak jelas yang tertampang dijalanan, yang hanya menjadi sampah mengotori jalan.

Semoga dari blog ini kita sedikit bisa menyadari betapa pentingnya memilih calon pemimpin yang benar.
Bukan karna uang ataupun karna ras,suku, maupun agama.
Sekali lagi, tulisan ini hanya untuk memperbaiki cara pola berpikir kita dalam memilih dan menggunakan hak suara kita nanti 9 april 2014.

MERDEKA !!!!!!!!!
JAUHKAN ANARKISME !!!!

Pilih yang benar ....
Jangan terpengaruh oleh pihak pihak yang menyesatkan..

SEKALI LAGI..
UNTUKMU ........ NEGERIKU INDONESIA JAYA